advertisement

Apa saja Yang Harus Kita Amalkan Di Bulan Ramadhan

1. Adalah wajib untuk berpuasa di dalam bulan ini.
2. Berpuasa adalah berhenti dari makan, minum dan berhubungan suami istri sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbenam dengan niat berpuasa.
3. Shalat tarawih adalah sunnah muakkad.
4. I’tikaf (tinggal didalam mesjid) pada 10 hari terakhir adalah juga Sunnah muakkad. Tetapi berbeda dengan tarawih, jika ada beberapa orang dari satu kampung melakukan i’tikaf, maka orang lain dari kampung itu juga akan dibebaskan dari dosa.
5. Lailatul Qodar (Malam kemulyaan) sebaiknya dicari dari malam-malam ganjil mulai dari 10 hari terakhir Ramadhan.
6. Ibadah di malam Al-Qodar adalah lebih baik dari ibadah 1000 (seribu) bulan.
7. Do’a berikut yang diajarkan oleh Nabi SAW., sebaiknya sering-sering dibaca

اَلّلَهُمَ اِنَّكَ عَفُوٌّتُحِبُّ الْعَفْوَفَاعْفُ عَنِّى

“Yaa Alloh sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka Memaafkan, maka Maafkanlah Aku”.
8. Zakat fitrah sebaiknya diberikan kepada orang miskin dan yang membutuhkan sebelum sholat ‘ied. Zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan, orang tua maupun anak-anak, juga orang merdeka maupun hamba sahaya. Sebaiknya diingat bahwa zakat fitrah ini adalah untuk membersihkan (mensucikan) diri bagi orang-orang yang berpuasa pada bulan Romadhon.

Berwudhu cara Sunnah Menurut Hadist Bukhori

Hanya sekedar saling mengingatkan bagai mana agar wudhu kita itu sempurna dan sesuai dengan hadist yang diriwataykan oleh Ulama-Ulama terdahulu. sering terjadi dan banyak dikalangan Masyarakat yang tidak memperhatikan kesempurnaan dalam berwudhu. sedangkan diterimanya sholat tergantung dari wudhunya. Kami belajar untuk saling mengingatkan walau hanya lewat media ini. dan inilah sekelumit adab adab berwudhu.
klik untuk melihat Do'a-do'a saat berwudhu
1. Harus mengucapkan niat, “Aku menghilangkan hadast ashghar (kecil) dari tubuhku.
2. Membaca Basmallah.
3. Mencuci tangan tiga kali hingga ke pergelangan tangan.
4. Menggosok gigi dengan siwak jika ada, apabila tidak ada, dapat menggunakan dengan telunjuk tangan kanan.
5. Berkumur-kumur tiga kali
6. Membersihkan lubang hidung dengan memasukan air kedalamnya masing-masing tiga kali.
7. Menghembus dari lubang hidung masing-masing tiga kali.
8. Membersihkan masing-masing tiga kali.
9. Khilal (mengusap dengan jari-jari tangan yang dibasahi) janggut, jari jemari dan jari-jari kaki. 10. Masah (mengusap dengan air) seluruh kepala sebanyak satu kali.
11. Mengusap kedua telinga dan tengkuk, masing-masing satu kali.
12. Membersihkan masing-masing bagian secara berturut-turut tanpa berhenti, sehingga tidak ada bagian tubuh yang kering sebelum wudhu berakhir.
13. Berwudhu dengan susunan yang telah ditetapkan.
14. Mendahulukan anggota bagian kanan pada setiap anggota tubuh.
15. Bagian-bagian tubuh yang harus dibersihkan pada waktu berwudhu, harus digosok dengan sempurna dan air tidak hanya lewat saja.
16. Berwudhu dengan sempurna, terutama pada waktu musim dingin atau musim panas ketika kita merasa malas. (HR. Tirmidzi)
17. Berwudhu dirumah dan kemudian pergi ke mesjid untuk mengerjakan sholat. (HR. Bukhori)
18. Mengerjakan sholat syukrul wudhu sebanyak dua rakaat, kecuali pada waktu-waktu dimana sholat adalah makruh dan dilarang.
19. Setelah sholat syukrul wudhu, kerjakanlah sholat untuk bertaubat dan memohon ampun dari dosa-dosa kita (HR Ahmad)

Do'a do'a Sunnah Ketika Berwudhu Disetiap Membasuh Anggaota Badan

Do'a Pada permulaan wudhu 

 اَلّلَهُمَ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ هَمَزَاتِ اْلّشَيَاطِيْنِ وَاَعُوْذُبِكَ رَبِّ اَن ّيَحْضُرُونِ
Allohumma inni a’uudzubika min hamazaatissyayaathiini wa a’uudzubika Robbi ayyahdhuruun
“Yaa Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bisikan bisikan syetan, dan aku berlindung kepada-Mu kalau-kalau mereka datang kepadaku”

بِسْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ وَاْلحَمْدُاِللهِ عَلَى دِيْنِ الْاِسْلَامِ
Bismillahil adiimi walhamdulillah alaa diinil islam
“Dengan nama Alloh Yang Maha Besar, dan segala puji bagi-Nya (karena telah memeliharaku tetap) di dalam agama Islam.”

اَّلَّلهُمَ اْغفِرْلِىْ ذَ نْبِيْ وَوَسِعْ لِىْ فِى دَارِىْ وَبَارِكْ لِىْ فِىْ رِزْقِىْ
Allohummagfirlii dzambii wawasi’lii fii daari wabarikli fiirizqi 
“Yaa Alloh, Ampunilah dosa-dosaku, anugrahkanlah kelapangan didalam rumahku dan berkatilah rizqiku”
Do’a ketika membersihkan kedua tangan 

اَلَّلهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ اْليُمْنَ وَاْلبَرَكَةِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الّشَوْمِ وَاْلهَلَاكَةِ
Allohumma inni as’alukal yumna wal barokati wa a’uudzubika minasyuumi walhalaakati
“Yaa Alloh, Aku mohon kepadamu kebaikan dan keberkatan dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatan dan kebinasaan

Do’a ketika berkumur 

اَلّلَهُمَّ اَعِىّنِىْ عَلَى تِلاَوَةِكِتَابِكَ وَكَثْرَةِ الّذِ كْرِ لَكَ وَالشُّكْرِ لَكَ
Allohuma a’inni alaa tilaawati kitaabika wakastrotiddikrilaka asyukrii laka
“Yaa Alloh tolonglah aku didalam pembacaan kitab-kitab-Mu dan didalam banyak mengingat-Mu, dan didalam bersyukur kepada-Mu".


 masih lanjut→

Adab Sehari-hari

Adab wc

Sunnah Ketika Bangun Tidur Membaca Do'a Bangun tidur


1. Segera setelah terjaga dari tidur, usapkanlah kedua telapak tangan ke wajah dan mata, agar rasa kantuk hilang.

2. kemudian baca Do'a 


اَلْهَمْدُ لِلّهِ الِّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَا اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ الُّنُشُورَ


 “Alhamdulillahillaadzi ahyanaa ba'damaa amaatanaa wa'ilaihinnusyuur”
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami akan kembali.


اَلَّلهُمَ بِكَ اَصْبَحَنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْت وَاِلَيْكَ الُنُّشُوْرَ

“Allohumma bika asbahnaa wabika amsainaa wabika nahyaa wabika namuut wa’ilaikannusyuur”
 Yaa Alloh dengan pertolongan-Mu aku memulai hari ini dan dengan pertolongan-Mu aku memulai sore ini ,dengan keridhoan-Mu kami kembali pada hari kiamat) "Do'a yang kedua sebaiknya dibaca pada sore hari.

3. Bersiwak (HR.Abu Dawud). Catatan : Adalah terpisah antara bersiwak setelah wudhu dan bersiwak setelah bangun tidur.

Adab Dan Do'a safar (Perjalanan) Secara Sunnah

Safar atau juga disebut Perjalanan, dan semua orang pasti sering melakukannya, baik itu untuk urusan Bisnis, berkunjung, Berdagang, dan lain sebagainya. Hanya saja banyak sekali orang melakukan perjalanan tidak ternilai ibadah, dikarenakan perjalanan yang tidak memakai adab-adab dan tidak mengikuti Sunnah. disini kami belajar untuk saling mengingatkan, dan saling berbagi, bagaimana safar atau perjalanan sesuai yang dicontohkan Baginda Rosululloh SAW.. 
1. Melakukan Sholat nafil 4 rakaat sebelum memulai suatu perjalanan. (Mazma’uz Zawaa’id)
2. Nabi SAW. Menyukai safar (perjalanan) pada hari kamis (HR. Bukhari)
3. Adalah lebih baik memulai safar pada pagi hari. Nabi SAW. Biasa berdo’a sebelum memulai safar. (HR. Tirmidzi)
4. Adalah haram memulai suatu perjalanan setelah adzan jum’at dan sebelum sholat jum’at. (HR. Tirmidzi)
5. Nabi SAW. Menghindari dari bepergian sendiri. Beliau menyukai bepergian dengan rombongan yang terdiri dari 3 orang. Tetapi Beliau menyatakan jika bepergian dengan rombongan yang terdiri dari 4 orang, maka hal itu lebih baik (HR. Abu Dawud)
6. Nabi SAW. Bersabda, “Apabila bepergian dengan rombongan yang terdiri dari 3 orang, maka salah seorang diantaranya ditunjuk sebagai Amir (pimpinan rombongan).” (HR. Abu Dawud)
7. Amir rombongan adalah yang melayani rombongan (HR. Baihaqi)
8. Sebelum memulai safar (perjalanan) maka sebaiknya kita menemui sahabat-sahabat dan sanak family serta mendo’akan mereka dengan Do’a seperti dibawah ini :

اَسْتَوْدِعُاللهَ دِيْنَكَ وَاَمَا نَتَكَ وَخَوَاتِمِ عَمَللِكَ
 “Aku titipkan kepada Alloh Agamamu, Amanahmu, dan kesudahanmu”.

 Juga Do’a berikut ini :

 اَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ اَّلذِيْ لَا تُضِيْعُ وَدَاءِعُهُ
 “Aku titipkan Kamu kepada Alloh yang tidak akan tersia-sia semua yang dititpkan kepada-Nya”.

9. Ketika meninggalkan rumah pada waktu memulai safar (perjalanan) sebaiknya membaca Do’a sebagai berikut :

بِسْمِ اللهِ تَوَكَلْتُ عَلَى اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلّاَبِااللهِ
 “Dengan Nama Alloh, Aku berserah diri pada Alloh, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Alloh”. (Misykat)

 Juga membaca Do’a berikut ini :
اَلّلَهُمَ اَنْتَ رَفِيْقِىْ فِىْ سَفَرِ وَخَلِيْفَتِىْ فِى اَهْلِى وَمَالِى
“Yaa Alloh, Engkau kawan dalam perjalananku, dan wakilku (penggantiku) dalam menjaga keluargaku dan hartaku”. 

10. Ketika menaiki kendaraan, hendaknya membaca Bismillah “Dengan menyebut Nama Alloh”.
11. Ketika akan duduk hendaknya membaca Alhamdulillah .“segala puji bagi Alloh”.